Selamat datang ke blog gue. Mau komentar, silahkan. Mau dishare ke facebook atau yang lain, silahkan.

Ummrah Part 1: Nyoba naik Air Arabia dari Sharjah Airport

April 30th, 2011

Pertengah April 2011 kemarin, gue sekeluarga akhirnya bisa juga berangkat Ummrah, setelah 4.5 tahun tinggal di UAE. Alhamdulillah. Gue mau share pengalaman gue Ummrah [atau kalau bahasa indonesianya Umroh] sekeluarga melalui beberapa posting di blog gue.

Awal april anak-anak libur 2 minggu, pergantian term sekolah, jadi kesempatan bagus untuk pergi. Dari awal tahun emang gue dah plot cuti gue di awal april biar bisa pas. Mulailah di Feb dan Mar nyari info soal Ummrah dari sini, ya pesawat lah, ya process lah etc. Yang kocaknya, gue pikir karena gue resident di UAE, otomatis gue dapat visa on arrival di Saudi, kayak kalau gue ke Oman, Bahrain atau Qatar.

Ternyata tidak. Kalau mau masuk Saudi untuk non GCC national, harus apply visa. Dan ternyata ada visa khusus Ummrah. Heh? baru tahu gue. Dan untuk apply visa Ummrah musti lewat travel agent yang sudah ditunjuk oleh kedutaan Saudi. Akhirnya dari pada pusing nyari travel agent yang mana [kayaknya kebanyakan di Sharjah deh, sama ada yang di Abu Dhabi juga], gue ke DNATA bagian Ummrah dan Hajj aja, ternyata mereka bisa ngurus paket atau cuma visa aja. Itu pun mereka cuma broker aja, karena pengerjaan yang sebenarnya ya dilempar ke travel agent yang ada di Sharjah. Nah loh. Sama aja kayak di Indo dong.

Syarat untuk visa ummrah buat penduduk Dubai apa? Copy passport, copy residency, photo 3 lembar passport background putih, plus No Objection Certificate [NOC] dari kantor [jangan tanya kenapa, mungkin jaminan kalau gue ditungguin balik masuk kantor, enggak bakalan jadi pendatang gelap di Saudi]. Bayarnya 400dhs per orang. Kayaknya kalau lewat agent di Sharjah mungkin lebih murah. Ada yang bilang 250dhs.

Karena residency gue Abu Dhabi yang ngeluarin tapi anak dan istri yang ngeluarin Dubai, gue juga musti ngasih copy contract sewa rumah di Dubai, kalau enggak gue musti ngurus di Abu Dhabi kali.

Nah terbang ke sana naik apa? Wuih, emirates mahal sekali terbang ke jeddah. Sama kayak gue kalau terbang pulang ke jakarta. Lah, padahal kan cuma 2.5 jam? enggak masuk akal. Akhirnya ya kita nyoba naik Air Arabia yang pergi dan datang dari Sharjah International Airport.

Air Arabia? yoa, budget Airline kayak Air Asia, sama sama putih dengan tulisan merah. Rute mereka kebanyakan kearah negara arab lainnya dan south asia alias India dan pakistan dan sekitarnya. Tapi mereka juga punya Air Arabia Maroc yang base-nya di Morroco, untuk terbang ke beberapa negara Eropa. Dan setelah di check, harga memang ok lah, plus bisa booking online. Jadi tambah ok. Cuma memang musti lihat detail apa yang termasuk harga dan apa yang musti bayar tambah. Sebagai contoh, kalau booking online dan mau milih tempat duduk, ada biaya tambahan. Wajar lah, namanya juga tiket murah. Makanan juga musti bayar terpisah.

Sharjah Airport? dulu pas tinggal di sharjah tiap hari gue lewat situ kalau nganter anak2 kesekolah. 1 kali pernah ngedrop temen gue yang mau jalan ke bangalore. Kalau dari luar sih kelihatan biasa aja, apalagi kalau di compare sama T3 di Dubai. Jauh.. Kesannya lama banget gitu airportnya.

Ngurus visa ummrah sekitar 12 hari katanya, eh sampai hari rabu kok gue belum ditelephone sama DNATA, padahal kita harus terbang hari Sabtu siang. Pas gue telephone, mereka bilang belum selesai baru bisa diantar passportnya hari minggu. Nah loh! OMG!

Pas hari kamis, kebetulan gue meeting di Dubai, jadi enggak ke kantor Abu Dhabi. Abis meeting langsung gue ke DNATA dan nanya mana nih coy passport gue. Supervisor bagian Ummrah dan Hajj, a very nice lady, nanya kapan gue musti terbang, gue bilang sabtu dan gue gabung sama rombongan dari Indonesia di Jeddah [ini cerita di posting berikutnya], terus dia minta bukti booking tiket gue. Ya gue email lah ke dia konfirmasi flight gue. Langsung dia call ke travel agent yang di Sharjah. Ternyata visa gue dah keluar dan passport gue masih disana. Katanya akan di coba di antar jam 4 [posisi waktu itu jam 1.30] dari Sharjah ke DNATA di Sheikh Sayed Road.

Akhirnya gue bilang, kasih lokasi di Sharjah, gue samperin deh, dari pada nanti ada delay lagi. Sharjah ke Dubai, walau deket kan macet, belum kalau tuh orang jalannya lambat dari sana. Setelah dapat lokasi orangnya, langsung jalan gue kesana. Dapat akhirnya passport gue dan keluarga, lengkap dengan visa. Lega lah semua orang, istri gue, sepupu gue yang bakal ketemu di Jeddah plus travel di Indo yang ngurusin group yang gue bakalan ikut.

Pas hari H, jam 10 pagi jalan lah kita naik taxi ke Sharjah airport. Maklum bawa anak kecil, 3 jam sebelumnya dah kudu nyampe di airport, biar enggak buru2. Malamnya sih dah online check-in, jadi tempat duduk dah secure, tinggal ngurusin baggage. Sampai di Sharjah airport dan masuk kedalam, lumayan surprise juga, dalamnya walau sempit, tapi paling enggak bersih dan teratur. Mungkin bukan pas summer holiday rush ya. Tapi ok lah. Bangunan lama, tapi dalamnya dah di revonasi. Setelah baggage drop di counter Air Arabia, nyari makan dulu biar enggak lapar dipesawat, baru kita ke gate. Not bad lah kondisi, mungkin lebih rapih dan bagus dibanding beberapa airport di Indonesia. Toiletnya lebih bersih lah dibanding Soekarno Hatta!

Pesawat on time, dan boarding dibagi berdasarkan seating arrangement. OK lah, jadi masih punya ruangan banyak buat naruh cabin bag, dan masih bisa nyantai. Pesawatnya bersih dan jarak antar tempat duduk atau seat pitch cukup lah, lebih ok dibanding beberapa local carrier di Indonesia. Bener2 mirip air asia. Push back dan take off on time, so no complain lah.

Dari segi bagasi, standard mereka sama lah kayak budget airline lainnya, 20KG per orang. Tapi untuk dan dari Jeddah, ternyata 30KG, mungkin allowance untuk air zamzam kali ya, yang tiap orang akan dapat 10L, roughly 10KG lah. Kayaknya kelebihan bagasi mereka enggak flexible, loe musti bayar dari kilogram 21 onward, itu aja bedanya sama airline non budget kayak emirates yang kadang allow sampai 10KG diatas allowance free of charge. no complain lah. kan kita ber4, jadi dapat 120KG, padahal yang dibawa cuma 1 koper gede, 25KG, selebihnya tas kabin kecil2. Itung2 belajar travelling light lah, maklum kalau banyak koper kan kuli kopernya cuma saya doang, cape dong.

Lucunya, dan ini mungkin karena pesawat ke Jeddah dan banyak orang yang ummrah juga, sebelum pesawat take off ada acara doa bersama dulu. Serius. Terus selama penerbangan, yang di putar di Audio Video facility, ya pembacaan ayat2 suci Al Qur’an. Menarik banget, kayak loe ikut pengajian didalam pesawat. Ada beberapa saat sih, sekitar 1 jam sebelum mendarat, diputer comedy program, tapi lainnya ya pengajian.

1 jam sebelum sampai Jeddah, pilot ngasih tahu bahwa nanti akan diberi info kapan pesawat akan melewati Miqot, alias batas masuk wilayah tanah haram, supaya yang mau langsung ke Makkah pas landing, bisa baca niat dan ganti ihrom. Sebagian sih dah berangkat pakai baju ihrom. Baru jelas deh, kenapa sebagian pada langsung pakai baju ihrom, ternyata mereka langsung ummrah, sedangkan kita, ikut rombongan ke Madinah dulu, baru ummrah 3 hari kemudian. Setiap 15 menit, pilot ngasih reminder soal miqot, itu antrian ke kamar mandi untuk ganti baju ihrom panjang bener. Yang pinter ya yang sudah ganti baju, nyantai. Kalau enggak kan repot, selain musti nyopot semuanya, termasuk daleman musti dicopot buat laki, ganti di kamar mandi pesawat kan susah untuk yang berbadan gede kayak gue, belum lagi kalau kamar mandi becek, resiko baju ihrom jadi tidak suci besar sekali.

Pas landing, baru lah gue bisa lihat gimana saudi sebenarnya. Sama aja sih, kering, banyak bukit batu dan pasir. Tapi yang bikin gue kaget, airport jeddah ternyata agak kuno alias terbelakang. Jangan dibandingin sama Dubai airport deh, sama Soekarno Hatta aja bagusan SoeTa. Ini di terminal utara ya, alias terminal international. Ada terminal selatan yang khusus dipakai oleh Saudia dan juga ada terminal khusus Haji yang baru.

Nah gimana suka duka di airport Jeddah sendiri? tunggu posting berikutnya ya. Mau kerja dulu.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai, Liburan , ,

Sakit disini mahal. Sakit disana juga mahal

April 4th, 2011

Kalau sakit disini, sama aja kayak di jakarta. Ke dokter mahal. Obat juga mahal. Kayaknya gue memang salah profesi, harusnya jadi tukang obat.

Untuk yang akan berkunjung ke sini, baik yang mau jadi turis kesini atau cuma transit, sebisa mungkin beli asuransi kesehatan perjalanan, yang mencakup biaya berobat bisa sakit selama bepergian. Kalau di Jakarta anda punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempat anda bekerja, check dulu sebelum berangkat, apakah cakupan perawatan termasuk biaya perawatan kalau jatuh sakit di tempat tujuan, baik untuk urusan dinas resmi maupun wisata.

Seinget saya, ada beberapa asuransi kesehatan dari kantor yang cover selama kita bepergian. Ada yang terbatas urusan dinas saja. Ada juga yang termasuk non dinas juga. Ada yang pakai batasan negara atau geografis, ada juga yang tidak. Tergantung berapa besar premi yang dibayar sama kantor anda. Dan juga tergantung jabatan anda juga sih di kantor. Kalau boss besar, biasanya cakupan international. Biasanya.

Kalau sudah di cover asuransi kantor bisa tenang deh. Kalau tidak, ya musti beli asuransi kesehatan selama perjalanan. Gue pernah ngalamin anak gue sakit cacar air pas baru sampe ke Sydney. Hari ke 3 keluar semua, yang udah liburan 2 minggu cuma nungguin dia sembuh. Untung asuransi kantor cover, kalau enggak kan lumayan, biaya dokter sama obat.

Untuk yang mau kerja disini gimana?

Pas lagi interview, jangan lupa nanya. Secara hukum sih, disini perusahaan diharuskan memberikan medical insurance. Jadi tenang. Hanya yang perlu di tanya dan di perjelas adalah, perusahaan yang sedang interview anda, pakai perusahaan asuransi apa? terus anda bakalan dapat coverage yang kayak apa? apa cuma cover UAE doang, apa international juga? kalau international, sampai negara mana aja? termasuk cover home base enggak [alias kampung halaman pas loe lagi mudik].

Kalau gue, urusan asuransi kesehatan salah satu top 5 kriteria gue pas lagi evaluasi tawaran kerja. yang 4 lainnya, gaji, gaji, gaji dan gaji. he he he.

But seriously, gue ada anak 2 dan istri 1. Jadi yang namanya asuransi kesehatan itu penting banget, karena anak kan pastinya suka sakit, apalagi anak yang usia sekolah. Jadi pas lagi interview, biasanya gue nanya detail banget soal asuransi kesehatan ini, karena enggak semua perusahaan punya policy yang sama. Dan enggak semua perusahaan asuransi kesehatan punya coverage yang sama.

Dan tergantung kerjaan loe juga, kalau sering dinas keluar negeri, make sure asuransi kesehatan termasuk dilingkup area yang loe musti travelling to. Ada asuransi kesehatan yang cover international area tapi punya restriction hanya home country. atau tidak termasuk travelling ke USA.

Selain itu, yang loe musti check juga adalah, berapa yang loe musti bayar setiap kali loe ke dokter, alias co-payment. Ada yang 100 dhs, ada yang cuma 50 dhs, ada juga yang enggak bayar. Terus, ada juga yang loe musti bayar penuh dokter sama obat, dan bisa mengajukan penggantian ke kantor asuransi. Yang paling ok sih, kalau enggak perlu co payment dan online bulk billing, alias biaya pengobatan langsung ditagihkan ke asuransi dari dokternya.

Kalau dah dapat detail, check limit per tahunnya. biarpun coverage sama, kadang ada batasan limit di tiap pasal, misalnya total pertahun perorang berapa untuk klaim, per tiap penyakit berapa maximum pertahun dll.

So, hati hati kalau memilih pekerjaan. Musti check asuransi kesehatan. Alhamdullilah sih selama gue disini, tempat yang gue pernah kerja so far ok lah. Cuma ada 1 tempat aja yang rada pelit bayar preminya, so benefit asuransinya kurang. Kalau yang sekarang sih enggak komplen lah gue.

Jangan sakit ya! karena sakit itu mahal mas.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai , ,

Kerokan

April 4th, 2011

Yak, gue emang lagi tergeletak sakit di rumah.

well, tergeletak mungkin agak misleading, karena gue masih bisa jalan jalan, nongkrong depan computer….. pokoknya gue lagi enggak sehat deh. Enggak ngantor gitu.

Biasa, ganti musim, badan gue rawan kena radang tenggorokan plus sinus yang ikutan jadi penggembira. Kemarin masih bisa ngantor, tapi badan gue dah greges2, pas balik kerumah gue langsung minum obat cold-and-flu plus dicekokin teh pakai madu sama istri gue dan langsung tidur.

Malamnya kebangun beberapa kali dan ngerasa badan kedinginan. Untungnya istri juga bangun, jadi bisa minta dikerokin deh. Padahal dulu gue paling enggak suka banget dikerokin, dan sekarang juga masih enggak suka, tapi gue akui untuk menghangatkan badan pakai balsem, yang paling manjur emang dikerokin. Kalau cuma di olesin balsem, agak kurang ya.

Sampai sekarang gue masih bingung, kenapa orang suka dikerokin? dimana science dari kerokan itu? apa manfaatnya, selain untuk menghangatkan badan?

Kalau gue sekarang ke dokter dan dia lihat punggung gue, bisa bisa dia pikir gue mengalami KDRT alias domestic violence. Tapi bakalan bingung juga dokternya. Kok memar dipunggung rapih banget. Maklum, istri gue emang rapih kalau ngerokin.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai

Sori sori sori jek

March 28th, 2011

Sori sori sori jek. Blog ini dah lama enggak di oprek.

Maklum semenjak pindah kerja ke Abu Dhabi, tiap hari pulang pengennya langsung meluk bantal dan guling [dan istri serta anak tentunya].

gue janji deh, mulai rajin lagi di tambahin contentnya. Hampir 12 bulan yang jelas perubahan banyak banget disini. UAE gitu loh. Ada aja yang baru.

Salah satu update ya akhirnya ortu gue nyampe juga kesini nengokin anaknya yang terdampar dipadang pasir. Lumayan, terima supply jajanan dari Indonesia: martabak telor, somay dll. Nyum. nyum.

Kok jadi laper.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai, Liburan, Makan di Dubai ,

A.K.A.P

March 28th, 2011

Enggak terasa, sudah setahun gue pulang pergi Dubai ke Abu Dhabi tiap hari. Kalau di Indonesia, dah bisa jadi supir bus AKAP alias Antar Kota Antar Propinsi. Kan antar kota Dubai dan Abu Dhabi, dan antar propinsi [kalau disini antar emirate lah].

Jadi inget pertama-tama musti berangkat pagi berasa banget jauhnya ke Abu Dhabi. Plus ngantuk mulu kalau pagi. Yang udah setengah jalan sampai di Rahba, gue berhenti di petrol station dan tidur dulu barang 1 jam. Ternyata di situ yang berhenti kalau pagi dan tidur banyak juga. Teman seperjuangan gitu.

Lama-lama ya biasa aja tuh, badan akhirnya kebal sendiri. Dah enggak pakai berhenti lagi kalau pagi, kecuali kalau isi bensin atau perut laper.

Setelah 1 tahun jadi dah bisa baca situasi traffic. Paling rese kalau berangkat pagi antara jam 6.30 sampai jam 7.30. Rame dan banyak orang gila yang bawa mobilnya ngebut dan kagak pakai otak. Karena isinya orang2 yang musti nyampe kantor di Abu Dhabi jam 8 tapi kagak mau bangun pagi, jadinya pada ngebut kagak karuan.

Kalau berangkat dari Dubai jam 8 pagi, enak, dah mulai longgar. Tidak terlalu sport jantung. Kalau gue berangkat jam segitu, bisa 1 jam 20 menit dah sampai kantor, itu juga masih sopan bawanya, 140 kpj lah.

Pulang juga sama. Kalau jalan dari Abu Dhabi antara jam 5 sore sampai jam 6.30 malam, bakalan padat dan pas nyampe Jebel Ali pastinya rame banget. Kalau jalan di atas jam 7 malam, sampe rumah 1 jam 15 menit.

Pernah ada yang nanya, kok mau-maunya sih kerja jauh banget ke Abu Dhabi. Yah gimana dong, rejekinya adanya disana masa ditolak. Apapun, kalau dikerjainnya dengan semangat dan ikhlas, kayaknya enjoy aja tuh.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai , ,

Ngeblog dari HP

August 14th, 2010

Akhirnya bisa connect juga wordpress mobile sama blog anakdubai, jadi bisa ngeblog dari mana aja. Canggih juga rupanya.

Posting ini gue ketik dari iPhone pakai wordpress mobile. Ternyata emang dah bisa diconnect dari kapan-kapan cuma guenya aja enggak mudeng.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai, Technology

Mencari Om Barry

July 4th, 2010

Setelah beberapa tahun berusaha untuk tidak pergi ke Amerika, akhirnya di tempat kerja yang baru, boss gue memutuskan sudah saatnya gue pergi ke US untuk meeting sama team disana.

Bukannya gue enggak kepengen ke US sih, tapi dari Indonesia mau minta visa ke US setelah 9/11, norak banget. Gue pernah dulu waktu masih kerja di Jakarta, musti travel ke US untuk meeting sehabis 9/11. Untuk interview aja musti nunggu 3 bulan. 3 bulan! Belum lagi musti nunggu visanya. Akhirnya enggak jadi berangkat karena malas ngurus. Setelah itu ya, enggak mau ke situ, mending ke Europe atau di Asia Pacific aja.

Sampai akhirnya gue balik lagi kerja buat american company yang markas besarnya di connecticut.

Karena gue ada project sama team di US, selama ini sih ok ok aja hubungan lewat telephone, chat, tapi boss gue ngerasa harus ketemu face to face. Being a good employee gue sih siap grak saja. Ha ha ha.

So ngurus visa lah gue di embassy US di Abu Dhabi. Ngisi formulir aplikasi online, bikin appointment online, nunggu beberapa hari untuk interview, pas harinya ternyata cuma butuh 2 jam dari mulai nunggu sampai selesai finger print dan interview, langsung dikasih tahu visa gue di approve dan 3 hari kemudian passport dan visa di kirim pakai kurir. Hmmm, not so bad.

Akhirnya akhir Juni kemarin gue terbang juga ke New York, lumayan karena jauh dikasih terbang naik business. Ahhhhh… 14 jam enggak kerasa karena bisa tidur lempeng alias flat bed. Nyaman. Plus sebelah gue enak dilihat tampangnya dan ramah. Sip.

Sampai di JFK langsung diantar ke connecticut, untuk meeting. Setelah seharian meeting, besoknya terbang ke washington dc, ibu kota. Kayak jakarta gitu, cuma enggak seribet jakarta trafficnya. Meeting lagi seharian, tapi besoknya cuma kerja setengah hari, karena boss gue call dari florida dan nanya ngapain gue masih kerja dan ngirim-ngirim email, bukannya keluar dan sigh seeing.

Bless you boss.

Akhirnya ya, keluar lah gue, ikutan city tour, muter-muter down town DC. Akhirnya sampai juga ke rumahnya si om Barry. Sayangnya cuma dipager doang, ngelihatin dari jauh. Mau ngetok pintu pagernya, yang jaga tampangnya galak2 dan bawa pistol. Tadinya mau bilang gue anak kebayoran tapi kantor gue di jakarta di daerah menteng, enggak jauh dari rumahnya. Tapi begitu lihat yang jaga serius banget, enggak jadi deh. Dari pada nanti ditanya macem2 atau malah ditangkap.

Mungkin kalau gue bawa mie bakso moro seneng ke situ, dikasih masuk kali ya. Siapa tahu si om Barry kangen sama bakso.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Liburan, Technology

Akhirnya, nyala lagi

May 14th, 2010

Blog gue mendadak melakukan imitasi PLN. Mati alias tidak bisa di akses. Nah loh.

Emang dah lama agak enggak gue lihat2 alias enggak di update, maklum abis pindah kerjaan, di hari kerja sibuk, boro boro ngupdate blog, narik napas aja susah. Kalau dah weekend, maunya tidur dan beristirahat saja.

kemarin gue akhirnya complain ke hosting gue kok gue punya file enggak bisa di akses. Ternyata ada orang iseng yang ngerubah rubah setting file sama permission di blog gue. Sial.

akhirnya musti restore dari backup lagi deh. untungya emang di backup sama hosting provider gue, begitulah kalau pakai hosting yang bener.

Ok, dah nyala lagi. Sorry banget buat interupsi servis. Ha ha ha.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai, Technology

Diet rusak karena kedatangan tamu Jakarta

January 7th, 2010

December memang bulan yang paling salah kalau mau mencoba mengurangi makan. Ada libur Idul Adha dan Libur National Day, terus ada Christmas dan New Year. Plus gue kedatangan tamu dari Jakarta. Komplit dah kegagalan total diet.

Yang pertama datang berkunjung adalah sepupu gue, datang sekeluarga dan nginep dirumah. Yang udah kita kerjaannya jalan dan makan. Makan dan jalan. Makan. makan. kan. Terus suaminya pengen makan makanan khas sini, yang udah mesen buat makan malam di automatic restaurant. Mixed grill dan teman2. Enggak enak dong kalau enggak nemenin, jadinya ya gitu deh. Kenyang.

Yang datang berikutnya adalah teman dekat istri gue sama keluarga. Mereka enggak nginep dirumah, tapi tetap saja kita pergi sama mereka dan makan sama mereka. Makan disana. Makan disini. Kenyang. nyang.

Tempat baru yang sempat gue coba waktu gue nganterin orang kesana kemari:

Al Muntaha - Burj Al Arab
Kalau loe mau impress tamu loe, enggak usah bawa ke Al Maraha. Bawa ke sini, Al Muntaha, di lantai 27 Burj Al Arab. Restaurantnya mengantung di ketinggian 200m diatas laut, dibelakang helipad Burj. Pemandangannya wokeh banget, bisa lihat Palm Jumeirah, The World, Marina Skyline, Dubai Skyline dan laut. Brunch disini jatuhnya lebih mahal dibanding brunch di Jun Sui di basement, tapi masih lebih murah dibanding di Al Maraha. All-you-can-eat buffet spread juga ok banget, ada lobster, alaskan king crab, beluga caviar, sushi, hot food, dll dlsb. Kalau enggak mau rugi, ya makan aja lobsternya terus, plus caviar. Gue rekomendasikan sekali. Jangan sering-sering tapi, kecuali loe punya pabrik uang.

Kaleidoscope - Atlantis The Palm
Ini restaurant pertama di Atlantis yang gue pernah cobain. Kecuali kalau tempat makan didalam Aquaventure ikut dihitung. Nyoba disini juga kebetulan, karena tadinya mau makan diluar cuma karena kesiangan dan bawa anak-anak, jadinya kita makan disini lah. Kebetulan kita pas siang kesana dan mereka punya lunch buffet all you can eat. Ok banget. Harga termasuk reasonable untuk buffet spread kayak gitu. Gue jadi inget buffet lunch di Syailendra JW Marriot atau Satoe di Shangri la. Sama modelnya dan isinya. Tapi comparative pricing, kayaknya Kaleidoscope lebih murah ya dibandinging 2 tempat itu. Ada Asian station, Indian station, European, Arabic, Salad, Dessert etc. Lumayan lah untuk makan siang, apalagi kalau paginya dah ancang ancang enggak sarapan. Cuma di Atlantis parkirnya aja agak ribet. Kalau parkir di the Avenue bisa kena charge valet mahal, kecuali dapat stamp dari restaurantnya. Tapi gue enggak nyoba.

Lokasi kedua tempat tersebut? ya yang satu di Burj Al Arab dan yang satu lagi di Atlantis The Palm. Enggak perlu peta dong. Masa enggak tahu sih lokasi Burj Al Arab dan Atlantis The Palm di Dubai. Wuih, kalau sampai mau nyobain tapi enggak tahu lokasi ke dua bangunan monumental, kayaknya belum siap makan disitu deh. Ha ha ha.

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai, Makan di Dubai ,

Makan ikan goreng di pinggir laut

January 6th, 2010

well, lautnya ketutupan tembok sih, musti jalan dikit, tapi tetep qualify sebagai tempat makan ikan goreng di pinggir laut.

Yup, hari senin kemarin gue ngumpul bareng sama beberapa teman online gue untuk makan malam sambil ngobrol. Yang mengorganize ngusulin tempatnya di Bu Qtair, di daerah umm sequim beach. Karena belum pernah kesana, gue ikut aja, sekalian kenalan sama orang-orang yang biasanya gue chat online [me is geek. period]. Sudah beberapa kali lewat situ cuma enggak pernah mampir aja.

Bu Qtair tempat makan sederhana [bukan padang loh] di daerah elit. Kalau di jakarta dah dibilang warung. Disini dibilangnya kafetaria. Lokasi di daerah umm sequim, deket sama pos polisi air dubai. Dari depan warung kelihatan hotel burj al arab dan jumeirah beach hotel. elit kan tempatnya. Warungnya sendiri sih model portakabin alias bangunan tidak tetap. kotak, cuma bisa muat 15 orang desek2 an didalam. Tapi kalau lagi musim dingin, banyak naruh meja diluar.

Menunya sederhana banget, cuma ada ikan goreng, udang goreng, roti prata, curry sama biryani. enggak ada menu tertulis. minumnya juga cuma ada softdrink di kaleng sama chai. Mesen makan, model datang ke dapurnya, terus milih ikan. Ada hammour, ada sherry dan pompret alias bawal. semuanya sudah dibumbuin. enggak ada bumbu yang beda, semuanya sama, model babe lili gitu. Udang juga sudah dibumbuin. Pilih ikan deh, ada yang besar sedang dan kecil. Kalau udang tinggal nyebut mau berapa kilo. Abis itu tinggal minta roti atau biryani. That’s it. simple.

Ikannya cuma digoreng doang, dipenggorengan yang pipih, mirip penggorengan martabak. Udang juga sama. Begitu keluar, whuiihhhh, mantap kali. Rasanya kayak masakan cajun alias southern US. Spicy dan crunchy. Ikannya bener2 kering luarnya, tapi dalamnya masih moist. Bayangin ikan gurame goreng, tapi ada rasa pedesnya. Udang juga sama, kering dan yummy, kayak udang yang bisa loe beli di Popeye tapi enggak pakai tepung. Mantap. tap. tap.

Sayang ada yang kurang. Enggak ada nasi putih sama sambel model babe lili [kecap, sambel, tomat, bawang] atau model sambal bali [yang pakai minyak]. Kalau ada tambah mantap.

Harga gimana? kayaknya murah sih. gue makan ber 12 dan habis dhs 600an. Itu juga 2 hammour, 1 big sherry sama udang 3 kilo. Kalau ikan yang kecil dan porsi 1 orang mungkin cuma abis dhs 30 kali atau less. Mungkin kita agak mahal karena yang bagian mesen bule. ha ha ha.

Rekomendasi. Go. Go. Go. Go. Jangan lupa bawa steamed jasmine rice sendiri. dan sambal.

Lokasi bisa lihat di peta dibawah.


View Bu Qtair Cafetaria in a larger map 

Anak Dubai

Kirim posting ke:
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • TwitThis

Anak Dubai Berita dari Dubai, Makan di Dubai ,